Senin, 07 November 2016

Maka, kamu berbahagialah.

Rasanya seneng deh, ketika apa yang saya tulis disini jadi bahan consume untuk orang lain. Karena awalnya, tulisan ini cuma dijadiin untuk tulisan pribadi yang bakal di baca untuk sendiri. tapi, malah di nikmatin sama beberapa orang. Terimakasih kalau ada satu atau dua orang yang pernah sekedar bilang "kapan nulis lagi, udah sawangan tuh". Wah.. bahagia! Okay, saya mulai cerita ya.



Di post sebelumnya, saya udah pernah bilang, bukan? Kalau cinta gak pernah salah, yang salah itu di khianatin, tidak di cintai, di dua kan atau beberapa kesalahan lainnya. Tapi cinta? cinta gak pernah salah. 

Ternyata ...
Cinta memang gak pernah salah, ia akan tetap benar sesuai hakikatnya.
Kamu tau? Ini adalah hal yang paling begitu bahagia. Jatuh Cinta.


Oh ya, sebelum saya nulis ini lebih jauh lagi.
Apa kabar? By the way, sudah sejauh apa kehidupan kamu yang sekarang? Masih patah hatinya? atau masih stuck di situ-situ aja? atau mungkin udah move on dan dapet pengganti baru?
Semoga.... post san sebelum nya bisa nge--Up in hati kamu untuk bisa cepet-cepet mengikhlaskan sesuatu yang sekarang bukan punya kamu lagi. Semoga.

Kamu tau gak?
Jatuh cinta lagi dari patah hati sekian tahun lamanya, itu buat bahagia.
Ini cerita saya. Iya. Saya jatuh cinta, gak tau dari kapan. sejak kapan. atau di hari dan di jam berapa. saya jatuh cinta sama seseorang karena kebaikan hatinya. Saya pernah baca, bahwa cinta bisa tumbuh karena kebaikan hati seseorang. Jadi, kalau diluar sana ada laki-laki yang menurut kamu ada nilai lebih dari kebaikan hatinya dan selalu berusaha ngerebut hati kamu. Hati-hati, dia bisa jadi kemungkinan untuk buat kamu jatuh cinta. meskipun kamu sama sekali gak pernah cinta.

Inget, jangan pernah nyepelein orang yang kebaikan hatinya udah overload. Dia bisa beneran buat kamu cinta cinta banget. walaupun dulunya kamu gak cinta. sama sekali gak pernah cinta. 
Saya rasa, 6 tahun bukan waktu yang singkat. Dan saya jatuh cinta sama laki-laki yang udah nunggu saya selama 6 tahun. 6 tahun. Dari saya belum lulus SMA sampe udah jadi sarjana setahun nganggur. 

Have you felt lucky based on your own way?
Saya iya. Saya ngerasa adalah orang yang beruntung bisa jadi cinta pertama untuk orang lain. Saya gak pernah ngebayangin kalau dia yang waktu SMA cuma jadi partner ketawa sesekali, yang cuma sekedar say hai dan sedikit ngobrolnya, malah sekarang jadi partner paling rombeng ngelebihin kaleng waktu lagi nyeritain hal apa aja yang udah di laluin di hari kemarin. Saya gak pernah tau kalau sebelumnya dia udah lama suka sama saya. karena awalnya kita adalah sahabat. Sahabat yang jarang ngobrol, karena dia sebenernya orang paling pendiem diantara saya dan kawan-kawan lainnya.

Saya suka dia. Dia tipikal orang yang; out of mind. Dia bukan tipe laki-laki yang punya semua social media untuk posting selfie terbaik dia. bukan. Dia juga bukan tipe laki-laki yang suka ngabisin gaji dia di awal bulan untuk belanja baju atau bahkan sepatu ter hits zaman sekarang. sangat bukan. Apalagi tipe cowo yang suapin pacarnya makan di tempat rame. bukan, dia pemalu. Dia orang yang sederhana. sangat biasa-biasa aja. ntah lah, saya sendiri bingung gimana ngungkapin sosok laki yang saya suka ini.

Tapi dia baik.
Kebaikan hatinya yang buat saya sesuka ini dengan dia. Kebaikan hatinya yang gak pernah bisa saya temuin di lelaki manapun. 

Saya rasa, tulisan ini gak akan pernah bisa buat kamu iri, apa lagi sampe buat kamu untuk cepetan move on dan ngerasain gimana bahagianya jatuh cinta. kayanya gak mungkin banget. Tapi, saya tekanin lagi. kalaupun dihari ini hati kamu masih luka karena dia yang lama. coba untuk ikhlasin. Berbesar hati lah untuk pergi dan memaafkan dia yang kemarin. bukan melupakan. bukan. sekedar melepaskan. karena itu bukan milik, sejauh apapun kamu paksakan, if it's not yours. it's not

Saya bisa nulis dengan bahasa yang sok hebat seperti ini, karna dulunya saya seperti kamu. 
kita pernah sama sama ada di titik sakit. tapi sayangnya Tuhan itu maha baik. Dia rangkul saya untuk lebih berbesar hati, untuk memaafkan, dan mengikhlaskan. sampe pada akhirnya Tuhan yang buat saya jatuh cinta kembali dengan orang yang jauh seratus kali lebih baik dari yang kemarin. indah bukan? iya, semesta yang punya rencana ini semua.

Karena yang kamu butuh hanya maafkan dan mengikhlaskan.

Maka, kamu, berbahagia lah.
Karena saat inipun saya sangat bahagia. Bahagia.


Sabtu, 19 Maret 2016

Lepaskan. Kalau kuat mu tak ada lagi.

Baiklah, malam ini diputuskan kalau blog ini gak akan jauh-jauh untuk posting segala sesuatu yang berbentuk 'sedih'. Diharapkan, setiap pembaca yang nikmatin post-an singkat di blog ini bisa membuka fikirannya kalau lagi berduka. Atau setidaknya, bisa sedikit merasa termotivasi untuk bahagia kembali. Atau bahkan baiknya, bisa beneran move on. Bahkan, kalau bisa-pas-lagi-baca-bisa sambil bilang "iya juga ya..." walaupun setelah baca malah makin galau.
Segala tulisan yang di rangkai dalam blog ini, Pure..... the most true. Ntah itu dari cerita beberapa orang yang menceritakan kisah hidupnya, atau bahkan cerita si penulis. Eh.
Well, blog ini memang berawal dari si penulis yang gagal jadi the real author. Semoga ke-nganclongan ini, bisa di nikmatin pembaca di luar sana. Walaupun, gw tau gak akan ada yang baca blog ini. Uh, sedih. haha

Oke. Postingan kali ini masih ada sedikit lanjutan dari yang kemarin. Yuk, baca yuk.


Everything happens for a reason. Jika kuat mu tak ada lagi, maka coba lepaskan.
Kaya nya gw berhasil deh buat quote ini jadi dedeman anak zaman sekarang. Buat kalian, diluar sana yang masih sanggup bertahan. Bertahan lah. Tapi, kalau kuat kalian tak ada lagi, coba untuk lepaskan. Mungkin dengan melepas akan membuat kalian lebih merasa hidup. You will feel alive.
Percaya aja, kalau segala sesuatu itu terjadi dengan caranya masing-masing. Sama kaya quote basi yang sering kalian temuin dimana-mana; cinta itu ibarat pasir dalam genggaman, semakin di genggam erat, dia akan berjatuhan dan kelamaan akan hilang. Tapi, cobalah untuk meregangkan genggamanmu, maka pasirnya senantiasa tidak jatuh. Ah, ciye banget. Itu quote tahun 67-an kayanya, kalian belum lahir aja kayanya udah pada tau. 

Mungkin kamu terlalu takut kehilangan. Terlalu takut gak ngedapetin yang seistimewa kaya dia, makanya kalian tetep bertahan walaupun nyakitin. Sampe kamu lupa, gimana untuk bisa cinta sama diri kalian sendiri. Sampe lupa gimana untuk bisa buka hati untuk orang lain. Kasian ...
Padahal diluar sana, banyak banget yang nunggu kamu. Yang mau bilang suka, tapi gak jadi. Kamu sih terlalu sibuk mikirin dia, yang disisi lain dia cuma jadi in kamu angin-angin nan dia aja.
Kalau kamu masih kuat, kuat lah. Tapi, kalau kuat mu tak ada lagi, maka coba lepaskan.
Karena, pada akhirnya kamu hanya perlu nyelamatin hati kamu, kebahagian kamu. Walapun yang kamu tunggu tak pernah datang. Walaupun yang kamu perjuangkan tak pernah sadar dengan apa yang kamu lakukan. Meskipun yang kamu cinta tak pernah kembali mencintaimu. Maka, coba lepaskan. 
Hanya itu. Iya... itu saja. #NowPlaying, Tulus-Pamit.

Pamitan gih, mungkin dengan jauh malah buat segala sesuatunya jadi lebih baik.
Jangan... Jangan sesekali kamu berjuang buat orang yang gak berjuang balik buat kamu. Jangan, Jangan juga kamu terlalu ngorbanin kebahagian kamu buat orang yang gak bisa kamu cinta. Jangan juga, kamu naro harapan sama dia yang di hatinya aja bukan kamu lagi. Makin Parah. Jangan. Gak enak. Gak ada orang yang bahagia hidup dengan orang yang gak kamu cinta. Sebaliknya, Gak akan ada juga orang yang bahagia hidup yang berjuang sendiri. Duh, enggak dulu. 
Lebih baik kamu komit ke diri kamu sendiri; untuk sendiri. Karna, ketika kamu sendiri, kamu gak perlu mikirin dua perasaan. Kamu cukup mikirin perasaan kamu sendiri aja. Kamu aja. 

Semoga posting ini cukup membantu kamu. Happy saturday!


Sabtu, 27 Februari 2016

Teruntuk kamu yang patah hati;

Just love your self
Teruntuk kamu yang patah hati.
Ntah... Disakiti, di selingkuhi, tidak di cintai, atau bahkan telah bersama namun hatinya tetap tidak bersama dengan mu. Bersabarlah. Kelak luka mu akan hilang seiring berjalanya waktu. Jangan khawatir, luka mu akan sembuh seiring ikhlasnya hati mu menyisihkan segala kenangan indah bersamanya.
Move on. Tidak mudah sih. Tapi kamu bisa mencobanya dengan melakukan beberapa kegiatan yang menyenangkan. Ntah itu, melakukan hobi mu yang kemarin kamu tinggalkan, meet up dengan beberapa teman mu yang mungkin sedikit kamu lupakan karna kehadiranya kemarin, atau ber-olahraga yang sekalian membuat mu sehat. Karena ketika olahraga, akan ada hormon endorfin yang membantu mu untuk bahagia. Datanglah ke beberapa coffee shop, sekedar memesan kopi dan menghabiskan waktu mu disana sendiri sambil membaca novel favoritmu dan menyeruput kopi kesukaan mu.
Sekarang, coba lihat ke cermin. Perlahan. Pandang wajahmu; diseberang sana wajah mu terlihat lusuh, mata mu sembab panda tak beraturan, jerawat mu bertambah. Badan mu tidak semantap dulu lagi. Kamu gak sadar, kalau kamu kurusan.
Try, to love yourself first. Lakukan Me time, giving a mask for your face, minum juice sehat, makan lah yang banyak, makan semua makanan kesukaan mu tanpa harus takut kalau kamu akan gendut. Ingat, kamu lebih berhaga dari apapun dan cuma diri kamu sendiri yang bisa rasain itu.
Buat list barang-barang yang mau kamu beli, pergi ke beberapa shop atau mall untuk beli semua itu sendiri. Mungkin saja, disana kamu bisa bertemu seseorang yang gak pernah kamu sangka. Atau bisa saja kamu bisa salah ambil barang belanjaan dan ternyata itu jadi awal pertemuan kamu dengan si dia yang baru. Hidup boleh saja kan berkhayal? bahkan semua pun bisa terjadi begitu saja, bukan?
Kamu cantik. Maka rawat lah, apapun yang bisa membuat mu cantik. Sama seperti beberapa quotes yang sering kita baca; kalau mantan akan terlihat lebih cantik ketika putus. Tugasmu, hanya cukup buktikan quote itu.
Berhenti menangis dan meratapi segala kesedihan yang berlarut. Stop stalking, karena itu cuma sumber kebodohan untuk kamu. Melakukan hobi baru akan membuat kamu sibuk, bisa saja mulai berkebun dengan mengoleksi beberapa tanaman kaktus di teras rumah kamu, atau memelihara hewan peliharaan baru seperti kucing atau kelinci yang bisa kamu beri nama lucu-lucu.
Berhenti untuk menggunakan social media sebagai tempat curahan kesedihan hati mu. Share lah semua momen bahagia apapun, meskipun dihati mu masih tersimpan banyak atau sedikit luka. Remove DP BBM mu yang berisi sad quote, ganti dengan selfie tercantik kamu. Berenti untuk me-retweet tweet-tweet sedih di timeline twitter mu. Tunjukan kalau kamu baik-baik saja dan kamu bahagia. Really, it's important for you. Kalau kamu tidak coba, kamu gak akan tau. Terus sampe kapan kamu mau sedih? Jangan, kamu terlalu berharga. Bahkan lebih berharga dari bumi ini.


Sabtu, 20 Februari 2016

Cinta Sepihak?

February 20th, 2016.

Selamat malam!
Semoga selalu bahagia dan selalu disayang orang sekitar. Ah, ciye banget deh.
Well, malam ini I'm back here to write something.

Kalau biasa nya blog ini selalu bercerita tentang hal yang sangat melankolis, please izinin gw sekarang untuk nulis yang menurut gw lumayan-gak-sedih-untuk-ditulis-dan-dibaca-kalian.
Yah, soalnya gw bingung versi gak sedih buat gw itu kira-kira sama gak dengan versi kalian? Semoga deh. Iya semoga. Semoga sama.

Okay ...
Lets talk about love.
Berbicara tentang cinta, siapa coba yang gak tau? Dari model anak baru mau masuk TK sampe udah mau bau tanah juga pasti paham banget masalah beginian. Cinta itu relatif. Relatif menurut pandangan setiap orang, karna setiap orang punya presepsi yang beda kalau ngomongin masalah cinta.

Contohnya;
Mungkin kaya, seseorang yang pernah punya cara berfikir tentang cinta sepihak. Dia yang yakin kalau menikah dengan seseorang yang mencintainya bakal ngebuat dia jatuh hati juga, meskipun awalnya dia gak pernah cinta. Is there anybody who has thought like this?

Yes, I am. Dulu, gw pernah berfikir statement diatas itu absolutely right and it will happen!
tapi, semakin kesini ....  gw ngerasa kalau itu salah.
cinta itu lengkap dengan mencintai dan di cintai. Cinta itu gak pernah sepihak. Dan gak akan pernah ada untuk sepihak.

Meskipun lo di cintai sepenuh hati, tapi lo gak bisa untuk mencintai dia sebaliknya. Lo gak akan pernah ngerasa bahagia, even he/she gives you all of him/her. Believe on me.
Cinta itu hakiki, untuk setiap pasangan yang saling cinta. Tapi enggak buat orang yang cinta sendiri.
Memang...
Cinta bisa di buat karena beberapa hal yang jadi suatu kebiasaan bersama.
karna biasa bareng, biasa apa apa sama dia, biasa lakuin hal kecil atau besar sekalipun sama dia atau apapun itu. Makanya bisa cinta. Tapi, kali ini gw gak percaya sih hal itu bisa terjadi.

Mencintai itu hal yang paling nyakit kalau sepihak gak pernah cinta.
dan di cintai itu hal yang paling bisa ngebuat kita jadi semena mena dengan orang yang mencintai kita, kalau jatohnya masih dalam cinta sepihak juga.
Could you catch my point?

All right,
So, like this. Gw udah berumur 22 tahun. Pernah pacaran, sekitar 2/3 tahun. Putus gitu aja dan sekarang proses alami single yang ke 1... 2... 3... 4... tahun. Iya 4 tahun, gw single. Sempet dekat dengan 1 atau 2 orang, tapi mereka tetep bukan dalam hitungan gw. Karena versi hitungan pacar menurut gw; Ya, harus jelas.
I mean, aku dan kamu sama dengan pacaran (aku+kamu=pacaran) dengan proses ada tembak menembak atau ungkapan serius untuk jalanin hubungan yang emang beneran serius. Tapi, kalau cuma sekedar PDKT... ya, gw bilang dia temen. Friend zone is the comfort zone.
Kenapa? ya mungkin karena selama ini, zona gw gak jauh jauh kalau bukan:
"Kaya nya kita temenan aja deh" atau "Kita lebih cocok temen aja deh, ketimbang lanjut"
Nah! saking sering dikeluarin atau mengeluarkan itu di luar dan di dalem dari sebuah mulut.
Itu, kalimat itu maksudnya. Jadi, berteman adalah zona yang paling nyaman.

Nah, dari masa ke-single-an itu. Gw pernah bertemu dengan orang yang cinta sama gw (katanya).
Usut punya usut, disinilah terjadi cinta sepihak yang gak pernah gw ngerti dimana penyelesaianya.
Yang gak akan pernah bisa gw temuin rasa saling cinta yang beneran cinta, meskipun udah gw cari sejauh mana gw harus nemuin nya. Entah karna belum atau memang gak bisa.
Karena, gw pun berusaha cari rasa itu, bukan cuma sekedar 1 atau 2 hari. Bukan 1 atau sampai 2 minggu. Bukan pula 2 sampe 8 bulan. Tapi, udah hampir jalan 2 sampai 3 tahun. Dengan cara bareng, cara ngehilang untuk nyari tau apa gw bakal ngerasa keilangan atau bahkan fix hilang kontak, gak ketemu dan sampe akhirnya gw dan dia ketemu lagi. Dan rasanya? Sama. Entah itu belum atau memang karena gak bisa. Gw gak pernah ngerti.

"Mungkin belum...."
Kalimat yang pas; Untuk positive thinking-nya. Dan untuk ngehindarin rasa nyakitin perasaan.

Terlalu banyak opini kayanya kalau ngomongin filosofi cinta.
Tapi, berbahagialah kamu.
Iya, berbahagia lah kamu yang bisa menikah dengan lelaki/perempuan yang kamu cintai. Dan mereka pun sebaliknya, yang sama mencintai kamu sepenuh hati. Karna cinta itu selalu benar dan gak pernah salah.

Apapun itu alesanya. Disakiti, di khianatin, di selingkuhin, tidak di cintai; itu lah yang ngebuat cinta di rujuk jadi hal yang salah pada sebagian orang.
Tapi kenyataanya? cinta gak pernah salah. Cinta itu benar. Dan akan selalu benar. Selamanya.

Selamanya...

Jangan khawatir tentang cinta. Cinta itu absurd. Tapi percaya, you will be loved. And, She will love you back. Kalau kata orang-orang sih, serahin semua dengan waktu selagi kuat mu masih bertahan. Tapi kalau tidak, coba lepaskan. Mungkin itu cara terbaik. Dengan melepaskan, waktu pun akan kasi kamu kesempatan untuk menemukan cinta yang baru. Dengan sabarmu, kelak kamu akan ditemukan. Tapi, tenang. Dia, bukan si cinta sepihak.