Senin, 21 Januari 2013

langit setelah hujan

Januari, 21. 18.05 WIB. Teras rumah.

Segelas susu full cream dingin kini sudah berada disamping ku. terlihat jelas sekali embunnya yang membulat menempel di dinding gelas. Rintik hujan yang mulai reda pun kini membawa langit kembali sedikit cerah. aku tidak terlalu suka dengan hujan, karena bagi ku hujan begitu menakutkan dan mengganggu. lalu, bagaimana dengan kamu?
Ah.. biar aku tebak, kamu suka dengan hujan kan? jangan membatah. aku tahu, kalau kamu suka sekali menikmati air kecil yang turun dari langit tersebut di teras rumah mu, dan kamu nikmati itu sesambil menghabiskan sebatang rokok mild dan secangkir kopi hitam pekat hangat di dekat mu. benar bukan? semoga dugaan ku tidak salah.

Tenang.. meskipun aku tidak terlalu menyukai hujan. aku tahu, bahwa ada 1 kebahagian dari tanah dan 2 kebahagian yang langit berikan saat setelah hujan turun.
kali ini, aku tidak bisa mengelak. ini kebahagian alami yang semesta berikan.
Ya... Tanah. 
kamu tau tentang aroma hujan? atau mungkin aku menyebutnya dengan petrichor. aroma semesta yang hadir karena air hujan yang menyiram tanah kering. atau mungkin lagi aku menyebutnya dengan dust-after rain?
aroma yang begitu menenangkan hati.
aroma natural yang tak ada saingnya.
dan aroma yang mengingatkan berjuta kenangan lucu dalam benak.
bagaimana kalau aku meminta mu untuk membawakan ku sebotol parfum ber aroma petrichor? bisa? karena jujur, aku jatuh cinta sekali dengan aroma hujan ini. 

Nada rintik hujan yang makin tak berirama ini, akhirnya perlahan hilang. dan kamu tahu? ada satu kebahagian yang muncul dari langit. kebahagian semesta, harmoni alam. 
merona, menggores langit. menciptakan gradasi warna yang berirama.
semacam warna merah saga dan orange yang menyatu. sedikit kumpulan tinta berwarna yang saling bergurat dengan warna lainnya dan tak ingin lepas.
membendung ditengah langit. bagai sebuah peralihan alam, dari sore menuju malam. indah.... iya, itu lembayung senja.
bagaimana kalau aku memintamu untuk merubah langit malam menjadi jingga? bisa? karena jujur, ini goresan langit tersingkat yang semesta berikan. dan aku, masih ingin menikmatinya lebih lama.

Aku juga tidak lupa, masih ada kebahagian langit ke dua yang tertinggal saat setelah hujan turun. jangan kamu beritahu, karena aku tahu.
aku tahu, itu selengkung lukisan alam. pelangi kan? apa kamu perhatikan warnanya? indah ya?
kalau aku disuruh memilih warna yang ada dilengkungan raksasa itu, aku akan memilih warna merah muda, warna yang paling lembut. karena aku rasa, warna itu cocok sekali dengan karakter ku. kalau kamu?
Um... bagaimana kalau aku menyarankan mu untuk memilih warna merah dan biru? karena menurut ku, itu dua warna yang sesuai dengan karakter mu. merah yang jagoan dan biru yang mencirikan dirimu sosok yang tenang. bagaimana? semoga saran ku tidak meleset ya.a




Ada yang hampir lupa. Ternyata, Tuhan sedang menjanjikan kalau nanti kita akan menikmati kebahagian alam itu berdua. tepatnya, saat nanti kita sedang duduk bersampingan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar